(Cerpen karya Muh. Syahrul Padli)

image source: “Kids- praying” by Datinho1

Kampung di lereng bukit dengan puluhan hektar sawah menghampar itu awalnya damai seperti biasa. Namun, semuanya seketika berubah ketika di siang hari, truk-truk besar pembawa bahan bangunan, eskavator, mobil dalmas dan mobil-mobil trail merapat dan memuntahkan dua laki-laki parlente dan puluhan orang berhelm kuning yang berkerumun di makam keramat.

Hanya berselang menit, pohon-pohon di sekitar makam tumbang dan semak-semak dipangkas habis. Syueb dan teman-temannya yang baru pulang sekolah dari jauh menyaksikan kerumunan warga yang membawa parang dan kapak sedang mengepung puluhan orang berhelm kuning itu.

Tanpa rasa takut, dua pemuda parlente dari kota itu hanya…


(Cerpen karya: Muh. Syahrul Padli)

image source: “Empty shelf” by tanakawho

“Akan kutunjukkan sesuatu,” katanya sambil menyeretku menuju kamar kosong yang tak lagi ditempati. Aku ikut saja.

“Lihatlah!” serunya riang.

“Lemari? Kamu beli lemari? Untuk apa?” tanyaku bingung kenapa dia membeli lemari baru.

“Lemari ini pasti kita akan butuhkan,” jawabnya sambil mengelus-elus tepi lemari barunya itu seperti mengelus-elus benda berharga. Dia tak menjawab pertanyaanku sama sekali.

“Tapi untuk apa kau beli lemari? Di rumah ini cuma ada kamu dan aku, berdua saja, tidak akan ada yang perlu lemari pakaian baru. Lemari lama kita saja masih bagus.”

“Lemari ini pasti nanti kita butuhkan.”

“Huuft. Mau apa lagi…


(Penerjemah: Muh. Syahrul Padli, versi satu kali sunting)

image source: wikipedia

Dalam kehidupanku yang baru, sederhana, dan teratur, aku bangun sebelum JAM 5 PAGI dan tidur sebelum jam 10 MALAM. Setiap orang punya waktu-waktu terbaik yang berbeda dalam satu hari, tapi aku jelas orang yang bangun pagi. Saat itulah aku bisa fokus. Setelah itu, aku berolahraga atau melakukan aktivitas yang tidak terlalu membutuhkan konsentrasi. Pada akhirnya, aku santai, membaca, atau mendengarkan musik. Berkat pola ini, aku dapat bekerja secara efisien sekarang selama dua puluh tujuh tahun. Namun, itu adalah pola yang tidak cocok untuk kehidupan malam, dan kadang-kadang membuat hubunganku dengan orang lain…


(Penerjemah: Muh. Syahrul Padli, versi satu kali sunting)

(Lanjutan Memoar Haruki Murakami)

14 AGUSTUS 2005 • KAUAI, HAWAII

image source: www.wikipedia.com

Hari ini tanggal 14 Agustus, minggu. Pagi ini aku berlari satu jam lima belas menit, mendengarkan Carla Thomas dan Otis Redding di pemutar MD-ku. Sorenya aku berenang 1.400 meter di kolam renang dan malamnya berenang di pantai. Dan setelah itu aku makan malam — minum bir dan menyantap ikan — di restoran Dolphin Hanalea di pinggiran kota Hanalea. Hidangan yang kulahap adalah walu, sejenis ikan putih. Mereka memanggangnya di atas arang, dan aku memakannya bersama kecap. Laukku adalah kebab sayuran, ditambah salad besar.

Sejauh ini di…


https://api.creativecommons.engineering/

Sudah sepuluh tahun sejak terakhir kali aku tinggal di Cambridge (dari tahun 1993 sampai 1995, dulu saat Bill Clinton adalah presiden). Ketika aku melihat Sungai Charles lagi, keinginan untuk lari melayang di atas kepalaku. Umumnya, kecuali beberapa perubahan besar terjadi, sungai selalu terlihat sama, dan Sungai Charles khususnya tampak sama sekali tidak berubah. Waktu telah berlalu, mahasiswa datang dan pergi, aku telah menua sepuluh tahun, dan benar-benar ada banyak air di bawah jembatan. Tapi sungai tetap tidak berubah. Air masih mengalir dengan cepat, dan tanpa suara, menuju pelabuhan Boston. …


(Terjemahan ini adalah versi kasar yang belum melalui proses edit serius)

Sub Bagian 3, Hanya Refleksi Fisik

Beberapa hari setelah aku menetap di rumah puncak gunung baruku di pinggiran Odawara, aku menghubungi istriku. Aku harus menelepon lima kali sebelum akhirnya bisa bicara. Dia sibuk bekerja, dan rupanya dia masih pulang terlambat. Atau mungkin dia bersama laki-laki lain. Ahh, itu bukan urusanku lagi.

“Dimana kau sekarang?” tanya Yuzu.

“Aku sudah pindah ke rumah keluarga Amada di Odawara,” kataku. Aku menjelaskan secara singkat bagaimana bisa sampai tinggal di sana.

“Aku sudah menelepon ponselmu berkali-kali,” balasnya.

“Aku tidak punya ponsel lagi,” jawabku. Mungkin ponsel itu tersapu ke Laut Jepang…


(Muh. Syahrul Padli)

Isyama-sensei atau Pak Haji ini banyak dibenci sekaligus disayang oleh orang-orang di seluruh dunia yang menonton anime atau membaca manga Attack on Titan. Itu karena beliau senang menyakiti hati siapa pun yang di kepalanya punya bayangan tentang romantisme, cinta sejati, harapan dan hal-hal ideal lainnya.

Isayama-sensei seolah memberi isyarat kalau tokoh utama akan mencapai tujuannya tapi ujung-ujungnya akan digagalkan dengan cara paling tragis dan logis untuk menyakiti hati pembaca yang sudah kadung kepincut dengan karakter si tokoh.

Dalam sebuah wawancara, Isayama-sensei bilang — entahkah hanya bercanda atau betulan — kalau menyakiti hati pembaca akan memberi efek langgengnya…


Sebuah Memoar Penjaga Warung

(Muh. Syahrul Padli)

Warung adalah kaca pembesar. Kalau mau lihat masyarakat sekitar, lihatlah dinamika warung.

Segala macam jenis orang ada. Segala macam adaptasi manusia ada. Segala macam kondisi terbaru masyarakat ada.

Warung juga adalah laboratoriumku melihat dunia luar dari dalam cangkangku.

Sebelum aku menuliskan lebih jauh hasil kontemplasiku, sebagai penjaga warung, perkenalkan, aku Syamsul Huda. Orang yang menulis tiga paragraf di atas.

Pasti agak aneh di mata kalian kenapa ada penjaga warung yang sok filosofis dan menulis sesuatu tentang warung kelontong?

Bukannya penjaga warung kebanyakan nggak sekolah tinggi dan nggak ada waktu membaca buku-buku apalagi menuliskan hasil pikiran sendiri? …


Memoar Penjaga Warung

(Muh. Syahrul Padli)

Para Pengutang adalah duri dalam daging. Terlebih jika pengutang itu adalah warga yang masih ada hubungan keluarganya denganmu.

Kamu akan serba salah. Menolak nggak enak. Berkompromi bikin modal nggak jalan.

Itu baru tipe pertama. Ada banyak tipe-tipe pengutang lain yang telah kuklasifikasikan.

Tipe kedua adalah warga biasa yang punya kontribusi padamu.

Ya, ya, ini adalah tipe yang juga sulit kau tolak karena mereka punya daya tawar. Jika ditolak ngutang, takut komunikasi rusak.

Tipe ketiga adalah warga biasa yang pura-pura lupa dan tak tahu malu.

Tipe ini adalah pengutang yang dengan mudah kamu tolak dan dengan mudah juga…


(Muh. Syahrul Padli)

Andrea Hirata menulis dengan perumpamaan yang lucu. Misalnya dia menuliskan kalau ipar dari tokoh utamanya di novel Sirkus Pohon, sepertinya, punya ilmu batu karena dia diam saja saat dimarahi istri. Ini adalah cirikhas beliau yang juga dengan mudah ditemui di novel Laskar Pelangi dan Sebelas Patriot.

Ilmu batu dan suami takut/sayang istri dijalinkan sehingga membuat efek yang tidak ditemukan dalam karya penulis lain. Dan detil kecil seperti itu yang akan membuat pembaca bisa menandai sisi unik karyanya.

Secara umum, Andrea Hirata tidak punya bahasa megah atau alur menawan atau plot twist khusus. Tapi dia punya karakter tokoh…

Muh. Syahrul Padli

Fi(k)sikawan Teoretis, Ketua Komunitas Penghayat Sumur dan Imam Tarekat Online Syahruliyah Al-Juburiyah. Dukung saya di https://saweria.co/muhsyahrulpadli

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store